728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Sabtu, 07 Juni 2014

    [Surat Untuk Capres 2014] Bentuklah Karakter Bangsa dengan Mengutamakan Kejujuran

    Sidoarjo, 06 Juni 2014


    Kepada


    Yth. Bpk Capres dan Cawapres 2014


    Di tempat



    Assalamualaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh


    Dan salam sejahtera


                Yang terhormat Bapak Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014/2019, yang selalu dirahmati dan berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Jujur, saya sangat tidak menduga jika ada lomba untuk menulis surat kepada calon pemimpin bangsa selanjutnya. Karena menurut saya, ini adalah sesuatu yang membanggakan khususnya untuk diri saya sendiri. Dimana saya dapat mengemukakan pendapat saya melalui surat ini.Walaupun sebenarnya, saya ingin dapat bertemu langsung dengan Bapak Capres dan Cawapres.


    Bapak Jokowi, Bapak Jusuf Kalla, Bapak Prabowo, dan Bapak Hatta, saya yakin bapak semua adalah orang yang baik dari dalam maupun luar. Walaupun saya sendiri belum mengenal bapak lebih dekat. Kekurangan dan kelebihan pada diri bapak merupakan hal yang wajar untuk saya. Karena, itu adalah pemberian dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika bapak terpilih, saya berharap bapak dapat memberikan makna yang melekat di hati dan benak kami. Bapak, ini isi suara hati terdalam yang ingin saya tuangkan dalam surat ini. Tolong dibaca dengan saksama Bapak Capres dan Cawapres yang terhormat.


    Republik Indonesia adalah negara hukum. Dimana negara kita yang tercinta ini, mempunyai bermacam peraturan yang tertulis maupun tidak tertulis. Wakil-wakil rakyat yang bergerak di pemerintahan yang membuat segala peraturan. Tentu peraturan tersebut seharusnya adalah suara kami, dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Memang, itu adalah suara kami Pak. Namun sayang sekali Pak, perwujudan atau bukti dari peraturan tersebut belum 100%. Miris rasanya Pak, melihat kenyataan yang seperti itu. Ada suatu kejadian, ketika teman saya yang berasal dari kalangan biasa terkena tilang. Ia belum mempunyai SIM. Ia harus membayar denda Rp. 100.000,-. Sementara, teman saya yang berasal dari kalangan atas dan kebetulan adalah seorang anak polisi. Walaupun ditilang beberapa kali, namun dibebaskan begitu saja. Apakah ini yang dinamakan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia? Tentu jawabannya adalah tidak.


    Apakah Indonesia sudah dapat diberikan apresiasi sebagai negara yang menegakkan keadilan? Jika kita mendengar pertanyaan seperti itu, untuk saat ini Pak, maaf jawabannya adalah belum. Karena hukum yang ada seperti hanya berlaku untuk kalangan biasa, termasuk saya sendiri. Bapak, negara kita punya dasar negara, semboyan, dan berbagai peraturan yang sangat sesuai dengan kedaan negara kita. Sehendaknya, dapat menjadi pedoman untuk menegakkan keadilan. Namun hingga sekarang belum ada perwujudan yang sangat berarti, Pak! Sudah bukan waktunya lagi untuk pandang bulu, Pak! Jika kejadian seperti itu semakin merajalela, kemungkinan besar dapat memecah belah persatuan negara kita, Pak! Saya berharap, bapak tidak menjadi yang mendorong kegiatan hitam. Namun, menjadi yang menghapus kegiatan hitam menjadi kegiatan putih. Bapak, sudah saatnya jawaban yang belum tadi menjadi sudah. Kini, sudah waktunya jika Negara Indonesia benar-benar menjadi negara panutan di seluruh dunia, yang menegakkan keadilan dengan memprioritaskan kejujuran.


    Tidak hanya itu saja Pak, tolong bentuklah karakter pelajar sebaik mungkin. Karena kami sebagai pelajar Indonesia, adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Jika diantara kami sejak lama, mendapatkan ajaran yang tidak baik, tentu akan membawa hal yang tidak baik untuk kemajuan negara kita sendiri. Contoh kejadian yang sering menjadi pusat perhatian di berbagai media, yang terjadi di kalangan pelajar adalah saat Ujian Nasional. Bapak, bagaimana bisa beredar kunci-kunci jawaban? Bukankah soal Ujian Nasional adalah rahasia negara? Siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut? Apakah pelajar yang salah?


    Bapak, kejadian tersebut sungguh memprihatinkan dan mengecewakan. Karena, jika negara lain tahu, mungkin mereka menganggap bahwa generasi penerus bangsa mudah untuk dibodohi. Jika ada kunci jawaban, pelajar terkesan suka yang mencari instant atau sudah ada. Semakin lama, dapat membuat pelajar malas untuk berusaha. Padahal, belum tentu kunci jawaban tersebut benar semua. Jika bapak terpilih, tolong hapus kegiatan tersebarnya kunci jawaban. Karena, itu sama saja dengan melatih ketidakjujuran di kalangan pelajar. Padahal, pelajar adalah termasuk aset bangsa yang terpenting untuk menciptakan kejayaan bangsa. Dan kini sudah ada kurikulum 2013 yang bertujuan membentuk karakter. Tolong Pak, wujudkan secara maksimal.


    Selain itu, saya ingin adanya sifat keterbukaan dari kepemimpinan bapak nanti. Tolong, jangan ditutupi masalah yang menyangkut negara. Karena, itu adalah masalah kita bersama, Pak! Sudah bukan saatnya lagi Pak, untuk menggunakan anggaran dari rakyat untuk kepentingan pribadi pemerintah. Jika kejadian tersebut dijadikan kebudayaan, Bagaimana nasib Indonesia? Relakah jika generasi penerus bangsa mengalami keterpurukan yang mendalam? Tentu saja, tidak kan Pak? Kita sudah mempunyai Pancasila yang di sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila tersebut salah satunya mengajarkan tentang kejujuran. Banyak orang yang mengatakan “Jujur itu ajur”. Namun sebenarnya pernyataan tersebut tidak benar. Jujur dapat memberikan sejuta manfaat untuk kita semua. Pernyataan tersebut ada, karena masih banyak orang yang belum bisa menghargai arti kejujuran. Jangan hanya sekedar membaca Pancasila. Namun juga amalkan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila. Kejujuran termasuk salah satu kunci untuk membawa negara Indonesia mencapai tujuannya.


    Sebelum surat ini saya akhiri saya ingin memberikan pantun.


    Teluk Bone Teluk Bayur


    Danau Kerinci Danau Yamur


    Mari jadi orang jujur


    Agar kita hidup makmur


     


    Pantai Lasiana Pantai Kasih


    Palung Banda Palung Diamantina


    Siapapun yang akan terpilih


    Semoga menjadi pemimpin bijaksana



                Demikianlah yang dapat saya ungkapkan pendapat saya dalam surat ini. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Karena, saya seorang manusia yang tak lepas dari kesalahan. Semoga, surat ini tidak hanya sekedar dibaca. Namun, dapat menjadi bahan acuan menjadikan Republik Indonesia ke arah yang lebih baik. Pemimpin yang bijaksana menjadi salah satu pendorong suatu negara semakin jaya. Janji hanya seperti angin lewat. Namun sebuah bukti dalam suatu perbuatan adalah tonggak yang kuat. Wahai pemimpin bangsaku, dengarkanlah suara kami. Pimpinlah Indonesia dengan Iman dan Taqwa.



    Waalaikumsalam Warakhmatullahi Wabarakatuh


    Dan Salam Sejahtera



    Hormat saya,



    YENI DITA SARI


    Siswi SMAN 1 Gedangan Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 komentar:

    1. Good Job
      Seorang Pelajar sudah membuka mata hati banyak orang, untuk selalu mengutamakan kejujuran

      BalasHapus
    2. Puji Tuhan
      Masih ada anak yang peduli dengan keadaan negri
      Luar biasa :)

      BalasHapus

    Item Reviewed: [Surat Untuk Capres 2014] Bentuklah Karakter Bangsa dengan Mengutamakan Kejujuran Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top