728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Kamis, 05 Juni 2014

    [Surat Untuk Capres 2014] Harapan Suci dari Pelajar

    Kepada

    Yth. Bapak Calon Presiden Republik Indonesia

    Di Tempat

     

    Assalamaua’laikum wr wb


    Bapak Calon Presiden yang saya hormati,


    Suatu kebanggaan bagi saya dapat menulis surat ini, semoga Bapak dapat membaca langsung harapan serta saran dari saya selaku pelajar Indonesia.



    Bapak Calon Presiden yang saya hormati,


    Lingkungan di sekitar Indonesia secara umum, masih sering dijumpai hal yang kita kenal dengan “diskriminasi”. Diskriminasi yakni merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu dengan berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Kasus diskriminasi yang paling umum terjadi di dunia ialah diskriminasi terhadap ras. Salah satu contohnya dapat dilihat di masa lalu, dimana ras dibedakan menjadi tiga di Amerika, ras berkulit putih, ras berkulit merah dan ras berkulit hitam. Saat itu ras berkulit hitam dapat dibilang hampir tidak mendapat tempat.



    Perlu Bapak tinjau kembali, bahwa diskriminasi di Indonesia ini mati satu tumbuh seribu. Meskipun diskriminasi terhadap ras sudah mulai dihapus, tetapi diskriminasi lainnya lahir dengan pesat. Contohnya, diskriminasi terhadap hak, sosial, perlakuan, agama, lingkungan dan macam-macam diskriminasi lainnya.



    Bapak Calon Presiden yang saya hormati,


    Sebagaimana kita ketahui, bahwa negara Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat menjunjung tinggi keadilan dan perdamaian, namun melihat kenyataan yang ada, begitu jelas bahwa pada kenyataannya upaya untuk menjunjung keadilan dan perdamaian tersebut kurang maksimal.



    Saya mengutip dari contoh kasus diskriminasi terhadap segi hak yang paling sederhana, yang terjadi di masyarakat dapat berhubungan dengan pelayanan yang diterima oleh masyarakat. Sebagai contoh pelayanan terhadap kesehatan masyarakat di Jakarta. Jika ada pasien yang datang untuk dirawat, maka yang lebih diutamakan adalah orang-orang yang tergolong mampu membayar tanpa mengalami kesulitan apapun. Golongan ekonomi menengah keatas lebih dimudahkan dalam proses, baik dalam proses registrasi, maupun perlakuan dari dokter, perawat hingga petugas kebersihan.



    Kasus lainnya juga kerap kali terjadi pada pelayanan masyarakat di tingkat Rukun Keluarga (RW), Kelurahan, akte atau hanya sekedar mengurus surat yang penting dari sekolah bagi pelajar. Terkadang pihak instansi tersebut cenderung lebih mengutamakan melayani orang-orang yang dikenalnya, atau lebih memprioritaskan mereka yang memberikan “uang pelancar”. Padahal sebagai lembaga pelayanan masyarakat seharusnya instansi-instansi tersebut menyamaratakan pelayanannya terhadap lapisan masyarakat manapun sekalipun mereka memiliki hubungan kekerabatan.



    Contoh lainnya datang dari dunia pekerjaan. Seperti perekrutan pegawai sebuah perusahaan. Karena perusahaan tidak dapat mengontrol dan mengetahui produktivitas pekerja secara mendetail dan individual, perusahaan cenderung menyandarkan kriteria yang harus dipenuhinya hanya berbatas pada aspek-aspek yang kasat mata, seperti melihat dari golongan atau kelompok mana orang tersebut berasal, bahkan dilihat dari ras dan jenis kelaminnya, maka perusahaan sering kali mengasumsikan golongan atau suku-suku tertentu memiliki tingkat produktivitas yang rendah sehingga ia hanya memiliki sedikit sekali bahkan hampir tidak ada kesempatan untuk menjadi pegawai perusahaan tersebut. Padahal bisa saja orang tersebut ketika diuji kemampuan, semangat dan lain-lain justru lebih memenuhi kriteria dibandingkan mereka yang diutamakan karena aspek-aspek yang telah tersebut diatas.



    Masih banyak lagi kasus sederhana lain yang menggambarkan diskriminasi terhadap individu-individu tertentu. Mungkin tidak akan menjadi masalah bila hal tersebut tidak merugikan pihak lain. Tetapi dilihat dari kasus pelayanan kesehatan yang sudah disebutkan tadi, jelas itu merugikan masyarakat yang berekonomi kurang mampu, padahal mereka layak mendapatkan layanan tersebut atas jaminan pemerintah Jakarta itu sendiri. Kemudian dilihat dari kasus pelayanan masyarakat di bidang sosial, hal tersebut tentu merugikan masyarakat yang tidak dijadikan prioritas. Padahal jika dilihat dari urutan, merekalah yang sudah lebih dulu antre untuk mendapat pelayanan. Dari kasus perekrutan pegawai maupun siswa , sungguh disayangkan bila mereka yang memiliki kemampuan tidak mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari perusahaan tersebut.



    Bapak Calon Presiden Yang Terhormat,


    Diskriminasi-diskriminasi sederhana seperti ini sudah seharusnya dihapuskan, mengingat negara Indonesia merupakan negara yang berasaskan demokrasi pancasila, dan demokrasi adalah sistem yang menganut Hak Asasi Manusia sehingga setiap lapisan masyarakatnya mendapat hak yang sama dalam berbagai aspek.



    Saya berharap, program kerja Bapak nanti dapat menjadikan Pemerintah yang sekarang ini agar selalu melakukan pengawasan yang ketat terhadap instansi-instansi yang bertugas memenuhi layanan terhadap masyarakat. Juga menjadikan kualitas pelayanan rumah sakit Indonesia menjadi berkualitas dan dapat memperlakukan pasien dengan baik. Terutama rumah sakit yang didanai oleh pemerintah.



    Bapak Calon Presiden Yang Terhormat,


    Kasus-kasus tadi memang masih tergolong sederhana, tetapi bukankah perubahan sebaiknya di mulai dari hal yang paling sederhana? Saya yakin jika Bapak menjadi Presiden Indonesia hanya semata-mata untuk mengabdi kepada negara, kita akan jaya.



    Untuk itu, saya pribadi selaku pelajar Indonesia sangat memohon kepada Bapak Calon Presiden untuk memberi janji yang bukan sekadar janji. Juga memberi bukti nyata yang bukan sekedar bukti belaka. Saya disini berharap surat ini bukan sekadar kompetisi, namun juga dapat menjadi pengisi agenda negara dalam rangka menghidupkan Indonesia yang lebih baik dan dapat melumpuhkan diskriminasi.




    Hormat saya,


    ANISA NURCAHYANI


    Siswi SMAN 1 Sumedang Provinsi Jawa Barat


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    3 komentar:

    1. syandra gres9 Juni 2014 06.20

      Benar, masalah pelayanan ini sudah seharusnya ditindak lanjuti.
      Suratnya mantapp

      BalasHapus
    2. nadya putri sakina29 Juni 2014 02.31

      Setuju niih suratnya bagus ca. Semoga sampe ke presiden nya langsung ya ;;)

      BalasHapus
    3. Gita Meidina29 Juni 2014 17.29

      setuju dengan isi suratnya, sebab di indonesia banyak bgt yg berbuat diskriminasi jd harus dihilangkan. semoga sampai dan dibaca oleh para capres:)

      BalasHapus

    Item Reviewed: [Surat Untuk Capres 2014] Harapan Suci dari Pelajar Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top