728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Jumat, 13 Juni 2014

    [Surat Untuk Capres 2014] Jika Bapak Jadi Wakil Kami, Janganlah Pandang Kami dari Jauh, Pak!

    Bapak Jokowi-JK yang saya hormati, pertama-tama perkenalkan nama saya Riko Wijayanto. Usia saya di tahun ini baru menginjak 17 tahun. Saya tinggal di salah satu desa di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Sekarang saya duduk di kelas XI IPA di SMAN 1 Boyolangu.


    Bapak Jokowi-JK yang saya banggakan, tentunya banyak pihak termasuk saya sendiri yang nanti berharap bapak dapat memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik. Pak, disini saya sebagai anak yang masih belum paham apa-apa ini, bermaksud mengutarakan cita-cita dan harapan saya kepada bapak Jokowi-JK.


    Bapak Jokowi-JK yang sangat saya cintai, terlepas dari hadiah dan juga nama, sejak dari dulu saya mengidolakan bapak, terutama bapak Jokowi. Saya sangat mengidolakan bapak karena bapak membangun citra nama bapak dari nol. Maaf sebelumnya, saya sangat mengagumi sosok pak Jokowi yang mana dulunya tinggal di bantaran Kali Pepe, bapak memulai karir dari hanya “Seorang Joko si anak blandong kayu yang sukanya mancing bersama Harno dan Giman, nonton konser rock dimanapun dengan Rudi dan Peni walau naik sepeda ontel, dan juga Joko yang hampir tinggal nama gara-gara terpeleset ke sungai” menjadi “Jokowi, seorang harapan bangsa untuk mensejahterakan bangsa Indonesia”.


    Pak, tentunya dengan latar belakang yang sama antara pak Jokowi dengan saya, Pak Jokowi dapat merasakan bagaimana hidup serba kekurangan, sekolah hanya dengan uang saku pas-pasan, dan semua yang kita harapkan tidak tercapai. Bapak juga pernah merasakan pula, bagaimana kalau banyak sekolah yang hanya mengandalkan uang untuk merekrut siswanya, dan kepandaian bukan ukuran di dalamnya. Walaupun dia pandai, kalau tidak ber-uang pastilah tidak mendapatkan sekolah yang baik. Itulah yang saya rasakan saat ini pak…. Pak, walaupun saya bukan anak orang kaya, tidak banya cita-cita yang saya angankan, hanya satu cita-cita terbesar saya yaitu sekolah setinggi-tingginya untuk membangun bangsa.


    Bapak-pun tentunya juga pernah membayangkan bagaimana seorang anak yang hidup kekurangan ingin sekolah setingginya dengan berbagai cara untuk mengubah nasib dan membangun bangsa , namun pak suatu waktu keinginan saya hampir kandas dengan melihat dan memikirkan banyaknya sistem uang seperti yang telah saya utarakan di sekolah mana-mana. Apakah yang boleh sekolah tinggi hanya mereka yang punya uang banyak pak……??? Apakah generasi pembangun bangsa semua adalah mereka dari kalangan berada pak…..???


    Mendengar nama Jokowi mencalonkan diri sebagai calon presiden, sedikit demi sedikit harapan saya untuk sekolah tinggi mulai menyatu kembali setelah sekian waktu kandas. Dengan memahami sedikit demi sedikit pula latar belakang pak Jokowi, saya yakin bahwa bapak dapat membuat cita-cita mereka yang senasib dengan saya menjadi kenyataan. Jikalau insyallah Bapak Jokowi-JK menjadi presiden dan wakil presiden RI, tolonglah pak pandang kami dari dekat, jangan pandang kami dari jauh, tapi rangkulah kami pak. Antarkan kami dari kegelapan ke arah yang sedikit lebih terang pak. Saya tidak banyak meminta, saya tidak banyak mengeluh, namun dalam batin saya terdalam saya hanya menginginkan satu hal sebagai harapan saya atas masa depan bangsa.


    Saya berharap, jika Bapak menjadi presiden dan wakil presiden RI, lebih mudahkanlah bagi siswa dari kalangan menengah ke bawah untuk mencari sekolah yang lebih tinggi. Jangan hanya ada pengumuman, namun dalam kenyataannya tidak berjalan sempurna. Bukan maksud saya untuk merendahkan sistem saat ini pak, pada kenyataannya memang seperti itu. Katakanlah seperti ini, “Siswa Kurang Mampu dapat Mengajukan Beasiswa Bidik Misi Untuk ke Perguruan Tinggi”. Pernahkah bapak berpikir ini tidak berjalan sebagaimana mestinya….? Masih banyak pak, bahkan hampir semua universitas tidak menerima mereka yang bidikmisi di fakultas tertentu, misalnya kedokteran. Saya sendiri menyadari sepenuh hati, bahwa dalam kedokteran memang diperlukan banyak biaya untuk praktek ini dan itu, tapi pak terlepas dari semua itu….apakah dokter tidak boleh dari siswa kurang mampu?


    Pak Jokowi-JK, sekali lagi harapan saya untuk kepemimpinan bapak nanti tolong pak mudahkanlah sistem pendidikan untuk siswa kurang mampu pak… bapak pasti tahu bahwa kami adalah generasi penerus bangsa yang dengan ilmunya insyaallah dapat memajukan bangsa, tapi bagaimana dapat memajukan bangsa kalau pendidikan dipersulit, pendidikan hanya untuk orang kaya sedangkan yang kurang mampu semakin mundur….???


    Saya yakin kok…. Kalau bapak Jokowi-JK dapat mewujudkan harapan saya dan harapan semua bangsa Indonesia. Dengan hati saya juga percaya bahwa dalam kepemimpinan bapak, banyak ide-ide cemerlang muncul dan membawa kesejahteraan. Karena, saya yakin dengan sepenuh jiwa bahwa bapak Jokowi-JK adalah harapan bangsa yang selama ini ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia. LOVE YOU, PENDIDIKAN.


    dari,



    RIKO WIJAYANTO


    Siswa SMAN 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    9 komentar:

    1. Riko Wijayanto14 Juni 2014 13.59

      Terima kasih atas partisipasinya

      BalasHapus
    2. Riko Wijayanto14 Juni 2014 14.02

      selamat membaca sahabat

      BalasHapus
    3. valentina sakia14 Juni 2014 15.37

      benar-benar tulisan yang menginspirasi ^_^

      BalasHapus
    4. Bagus Nugroho14 Juni 2014 15.48

      sangat menginspirasi dan benar-benar suara pelajar Indonesia :)

      BalasHapus
    5. Riko Wijayanto14 Juni 2014 15.51

      terima kasih @valensakia

      BalasHapus
    6. Riko Wijayanto14 Juni 2014 15.54

      terima kasih bagus

      BalasHapus
    7. sipp :) lanjutkan brooo

      BalasHapus
    8. Riko Wijayanto15 Juni 2014 12.00

      thank u bima

      BalasHapus
    9. Riko Wijayanto27 Juni 2014 20.59

      terima kasih atas dukungannya

      BalasHapus

    Item Reviewed: [Surat Untuk Capres 2014] Jika Bapak Jadi Wakil Kami, Janganlah Pandang Kami dari Jauh, Pak! Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top