728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Minggu, 22 Juni 2014

    [Surat Untuk Capres 2014] Jika Gaji Presiden Rp. 1000/Bulan, Apakah Bapak Tetap Jadi Capres ?

    Rangkasbitung, 20 Juni 2014


    Kepada Yth.


    Kedua Kandidat Capres dan Cawapres RI Periode 2014-2019


                               di


                           Tempat


    Assalamu'alaikum Wr. Wb.


    Salam sejahtera untuk semua masyarakat Indonesia yang telah menyempatkan waktu untuk membaca surat ini dan salam sejahtera khususnya untuk Bapak Capres dan Cawapres Republik Indonesia periode 2014-2019 yang menyempatkan waktu untuk membaca surat ini.


    Puji syukur mari kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya kita masih dapat diberikan kesehatan jasmani dan rohani sampai hari ini.


    Sebelum membahas topik yang lebih dalam, perkenankanlah saya selaku penulis untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya adalah Diva Rahmat Bachtiar, siswa di salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Lebak, Banten yakni SMA Negeri 1 Rangkasbitung.


    Mungkin Bapak Capres dan Cawapres serta pembaca surat ini heran mengapa saya mengangkat judul "Jika Gaji Presiden Rp. 1000/Bulan, Apakah Bapak Tetap Jadi Capres ?". Alasan saya menulis surat dengan judul tersebut yakni untuk memurnikan tujuan dari kedua kandidat capres dan cawapres, dan pertanyaan dari saya adalah "Apakah tujuan Bapak Capres dan Cawapres tulus untuk mengabdi kepada rakyat meskipun dengan gaji yang sedikit ?"


    Setelah saya merenungkan tentang masalah di negeri ini, ternyata terdapat fakta yang membuat saya tercengang dan akhirnya saya tergerak untuk membuat surat ini. Fakta di bawah ini adalah hasil pencarian saya di media online dan membuat seorang pelajar biasa seperti saya terkejut. Berikut faktanya di bawah ini :


    1. Dana pemilu tahun 2014 menghabiskan Rp. 16 triliun. (m.antaranews.com/berita/363483/rp16-triliun-biaya-pemilu-2014)


    Sebuah nominal yang belum pernah saya bayangkan. Entah saya yang kurang mengerti atau memang kenyataan yang memilukan. Jika kita merenungkan dengan akal sehat dan rohani yang sehat pula, uang sebanyak Rp. 16 triliun jika di alokasikan untuk membangun gedung sekolah, membiayai siswa kurang mampu, dan sejumlah bantuan untuk mereka, tentu saya sangat setuju. Pemilu sejatinya hanya sebuah sarana atau media untuk berdemokrasi, sangat tidak masuk akal jika harus berlebih-lebihan. Toh, Tujuan yang sebenarnya adalah bagaimana pemimpin yang terpilih tersebut dapat mensejahterakan pelajar Indonesia dan hanya itu harapan semua pelajar di Indonesia.


    2. Gaji Presiden RI mencapai Rp . 62 juta dan Dana Taktis mencapai Rp. 2 Miliar. (m.detik.com/news/read/2011/01/21/114718/1551556/10/gaji-sby-rp-62-juta-dana-taktis-rp-2-miliar)


    Lagi-lagi nominal yang belum pernah saya bayangkan. Sebenarnya tak ada masalah dengan nominal gaji presiden tersebut bila dibandingkan dengan pekerjaan presiden yang sangat padat, tetapi dimana letak keikhlasan dari hati nurani Bapak presiden ketika mendapatkan gaji sebesar itu di tengah-tengah siswa yang masih kesulitan untuk membeli buku, seragam, dan bahkan mereka harus mempertaruhkan nyawa hanya demi mencari ilmu.


    Alangkah indahnya negeri ini jika sebagian gaji Bapak presiden disedekahkan untuk mereka yang kesulitan dalam bersekolah.


    3. Siswa di Lebak rela menaiki jembatan tali baja hanya demi bersekolah. (m.news.viva.co.id/news/read/281640-video--demi-sekolah--meniti-jembatan-putus)



    Sumber : nevafarrell.blogspot.com


    Kejadian ini sempat menggemparkan dunia pendidikan di Indonesia bahkan terdengar sampai mancanegara. Berawal dari putusnya jembatan penyebrangan yang melintasi sungai Ciberang, Kec. Kalanganyar, Kab. Lebak, Banten yang tak jauh dari rumah saya. Tak ada pilihan lain bagi mereka selain melintasi jembatan putus yang hanya tersisa tali baja untuk tetap berangkat ke sekolah. Jika berjalan kaki, mereka harus menempuh jarak 6 KM untuk sampai ke sekolah. Sungguh, ini lah pahlawan-pahlawan di negeri ini. Mereka tak memikirkan jika mereka terpeleset walau sedikit saja, bisa mengancam nyawa mereka. Ini fakta yang harus di terima oleh kita khususnya kepada Bapak Capres dan Cawapres yang mungkin sempat membaca berita yang saya bawakan.


    Jika saya kaitkan antara fakta pertama, kedua, dan ketiga, bagaikan langit dan bumi yang sangat berbeda jika di lihat dari sudut pandang hati nurani. Seandainya dana pemilu dan gaji presiden yang begitu besar nominalnya diberikan kepada mereka yang membutuhkan bantuan, mungkin kejadian pilu yang dirasakan pelajar di Kec. Kalanganyar, Kab. Lebak, Banten tak akan terulang kembali.


    Saya adalah seorang pelajar biasa yang sama sekali tidak mengetahui politik. Tetapi, saya berhak menuntut keadilan di negeri ini. Ketika saya mengharapkan seorang pemimpin dari negeri ini, ternyata harapan saya tergambar dalam seorang sosok presiden sederhana di Iran, bernama Ahmadinejad. Beliau adalah sosok yang saya kagumi karena kesederhanaannya. Beliau hanya memiliki mobil sedan Peugeot 504 tahun 1977 dan rumah sederhana warisan Ayahnya di sebuah daerah kumuh di Teheran. Meskipun menginap di hotel, Beliau tidur hanya beralaskan karpet dan selimut.



    Sumber : forum.detik.com


    Banyak kisah kesederhanaan dari presiden Iran ini yang membuat saya berharap Bapak Capres dan Cawapres bisa mencontoh perilaku Ahmadinejad. Saya yakin jika semua pemimpin menempatkan dirinya sebagai "pelayan" maka tidak akan ada rakyat yang menjadi budak.


    Kesimpulannya, saya berharap kepada kedua kandidat capres dan cawapres untuk tetap bersikap sederhana dan memiliki keikhlasan dalam mengayomi rakyat terutama para pelajar Indonesia dan tidak semata-mata mengejar kekuasaan atau uang belaka.


    Demikian surat yang saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan kata atau kalimat yang kurang berkenan di hati para pembaca khususnya kepada Bapak Capres dan Cawapres.


    Wassalamu'alaikum Wr. Wb


    Salam Hormat


    DIVA RAHMAT BACHTIAR


    Siswa SMAN 1 Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    17 komentar:

    1. Miris sekali negeri ini bung. Ditengah tengah uang yg dihamburkan, ternyata msh ada siswa kita yang kesulitan.

      BalasHapus
    2. Subhanallah menyentuh banget ya apalagi pas liat presiden iran yang tidurnya di lantai..

      BalasHapus
    3. Clara Mutiara23 Juni 2014 05.04

      suratnya bagus dan saya suka soalnya ga berbelit-belit... pokok masalahnya langsung di jabarkan.

      BalasHapus
    4. keren naskah nya, judul nya unik smoga pak jokowi dan pak prabowo sempet baca surat ini.

      BalasHapus
    5. ga pernah kebayang sih kalo gaji presiden seribu perak haha gaji anggota DPR aja ga segitu

      BalasHapus
    6. baru liat ya ada presiden tidur di bawah. ya allah andai saja presiden kita rendah hati kaya ahmadinejad

      BalasHapus
    7. Setuju banget tuh div. Semoga aja dua kandidat capres cawapres pada baca dn mikir.

      BalasHapus
    8. Macan kelana24 Juni 2014 00.04

      Lalu musti kami bilang waooo gity

      BalasHapus
    9. macam kelana, loe kan gak punya otak..

      BalasHapus
    10. Tahrik Jadid,
      di organisasi kami ada yang namanya program Tahrik Jadid ( pola hidup sederhana)
      Jadi kepada setiap anggotanya ditekankan untuk hidup sederhana.
      "Love for All Hatred for None"

      BalasHapus
    11. Susah kalo di bayangkan dengan akal sehat kalo gaji presiden segitu ! Kita ga usah mikirin seberapa besar gaji presiden, yang penting rakyat sejahtera.

      BalasHapus
    12. Harusnya masalah jembatan itu ditangani oleh pemerintah setempat, tapi jika pemerintah setempat tidak mampu, pmerinth pusat hrs turun tangan. Semoga surat dari mas Diva ini di baca sama pak jokowi sama pak prabowo . Semangat !!

      BalasHapus
    13. Saya kagum atas kepedulian dan perhatian adik kita Diva, membaca artikelnya sungguh sangat menarik dan menyentuh sekali. Saya tidak mengira adik kelas 1 SMP ini, diusianya yg sangat muda sudah ingin ambil bagian utk mensejahterakan bangsa Indonesia, khususnya sisi pelajar yg sangat hrs diperhatikan yg nantinya sebagai bibit tulang punggung bangsa kita. Semoga tulisan itu bisa membuka mata hati capres dan cawapres memajukan bangsa ini serta membuka mata hati seluruh pembaca bahwa kita semua saudara sebangsa wajib saling membantu dan memberikan perhatian satu sama lainnya. Siswa kelas 1 SMP saja sdh begitu inisiatifnya, bagimana kita yg lbh pengalaman lbh masa bodoh. Maka dari itu, pedulilah terhadap nasib bangsa kita sendiri agar adik2 kita yg ada di pelosok bisa mengenyam pendidikan yg layak, sarana dan prasarana yg baik yg dibuat oleh pemerintah yg perhatian thd rakyatnya. Gunakan HAK PILIH ANDA dan percayakan pada capres yg baik dan benar.

      BalasHapus
    14. Maaf, salah ketik siswa SMA

      BalasHapus
    15. Assalamu'alaikum Wr. Wb.

      Terima kasih untuk netizen yang telah sempat membaca dan merespon dengan baik surat kecil saya untuk pak capres dan cawapres sehingga telah mencapai 6000 lebih views. Sungguh, tanpa para pembaca yang rela membaca surat saya, surat ini hanyalah bualan kosong yang tak bermakna dan tak berkesan. Terakhir, saya berharap surat ini dapat menyadarkan kita semua khususnya pak capres dan cawapres bahwa masih ada kawan-kawan seperjuangan saya yang "menangis darah" akibat kekejaman kerah putih yang tak mengenal keadilan.

      Salam Penulis,
      Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

      BalasHapus
    16. keren div. good job semoga presiden yg sekarang bisa teketuk hati nya abis baca surat ini

      BalasHapus

    Item Reviewed: [Surat Untuk Capres 2014] Jika Gaji Presiden Rp. 1000/Bulan, Apakah Bapak Tetap Jadi Capres ? Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top