728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Kamis, 05 Juni 2014

    [Surat Untuk Capres 2014] Negeri Seribu Masalah

    Jayapura, 03 Mei 2014


    Yth : Bapak Calon Presiden Indonesia  


    di


    Jakarta


    Assalamualikum Warahmatullahi Wabaraktu..


    Dengan hormat,


    Sehubungan dengan surat ini, saya Ketut TriSandy ingin bersapa dan salam kepada bapak-bapak calon Presiden dan Wakil Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apa kabarnya bapak-bapak calon penghuni istana Kepresidenan ? Semoga bapak-bapak sekalian sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin. Untuk bapak-bapak calon Presiden, jangan lupa selalu beribadah dan berserah kepada Allah SWT agar diberi kelancaran dalam pemilihan yang akan berlangsung nantinya.


    Bapak calon Presiden dan wakil Presiden yang saya hormati, semoga setelah menjadi Presiden bapak-bapak sekalian tidak akan lupa dengan janji-janji bapak yang pernah bapak ucapkan. Saya percaya, bapak-bapak ini adalah orang beragama yang tahu bagaimana cara menepati janji atau bahkan membuat janji itu menjadi sangat indah dari apa yang saya bayangkan. Bapak yang saya cintai, walaupun usia saya belum cukup untuk dapat memilih salah satu dari bapak-bapak calon presiden, tetapi saya yakin pilihan jutaan rakyat Indonesia adalah pilihan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebabnya, saya mohon kepada bapak calon Presiden yang tidak terpilih agar tidak berkecil hati dan senantiasa memberi dukungan kepada calon Presiden yang terpilih. Begitu pun kepada bapak-bapak yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden agar selalu menjaga hubungan baik dengan ‘mantan’ pesaing bapak. Yakinlah, setiap manusia yang bersedia menjadi pemimpin di negaranya pasti memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas masyarakatnya, karenanya kepada bapak yang terpilih menjadi Presiden Indonesia agar JANGAN sungkan dan gengsi untuk meminta pendapat dan masukkan dari banyak orang termasuk mantan pesaingnya. Bapak-bapak yang saya hargai, siapa bilang jadi Presiden itu mudah ? Menjadi seorang pemimpin dari sebuah bangsa tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan. Terlebih pada masa kini, disaat Indonesia terpuruk dalam berbagai krisis. Olehnya, keberanian bapak-bapak dalam mencalonkan diri menjadi pemimpin Negara memperlihatkan siapa jati diri bapak-bapak sekalian. Intinya, bagi bapak yang terpilih harus menepati janji-janji kampanye dan jika belum terpilih janganlah berputus asa membangun Negara ini.


    Bapak calon Presiden yang sedang was-was menunggu berlangsungnya pemilihan Presiden, sebelum bapak menjadi Presiden sesungguhnya dan dilantik dengan Kitab suci di atas kepala, adakalanya bapak menyempatkan diri membaca keluhan-keluhan kecil yang berdampak besar dari anak negerimu yang tak berdaya ini. Sebagai seorang pelajar kelas X Sekolah Menengah Atas yang tak mempunyai peran besar bagi Indonesia walaupun saya yakin 10 tahun kedepan saya akan menjadi manusia besar walaupun tak mengenal matematika. Saya ingin agar keluhan-keluhan kecil ini dapat digubris oleh bapak-bapak dikemudian hari.


    Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang saya hormati, dengan menjadi orang besar di Indonesia pernahkah bapak-bapak berpikir akan melakukan korupsi walaupun nominalnya tidak besar. Rp 1.000 saja. Jika niat tak ada apalagi perilaku, saya mohon kepada bapak-bapak sekalian agar dapat menerapkan etika perilaku yang positif dan antikorupsi di lingkungan pemerintahan. Sebenarnya meihat keberhasilan KPK menangkap jajaran koruptor dalam pemerintahan, bukanlah kabar yang menyenangkan. Karena hal itu membuktikan banyaknya aksi korupsi yang terjadi di kalangan pemerintahan. Sekarang yang kami nantikan ialah hiburan-hiburan dari pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan kesejahteraan mendalam. Semoga dengan belajar dari peristiwa yang telah terjadi ini, pemerintahan Indonesia akan bersih dari aksi korupsi dengan penanganan yang apik dari Bapak Jokowi ataupun Bapak Prabowo. Saya sangat mengharapkan kinerja yang total dari bapak-bapak karena dewasa ini tokoh-tokoh penting yang sering muncul di televisi, disegani dan dihormati, semakin banyak tersungkur di hotel prodeo. Dan akhirnya topeng-topeng di wajah mereka terlucuti satu demi satu.


    Bapak calon Presiden dan Wakil Presiden yang saya banggakan, selain masalah korupsi ternyata Negara kita mengalami masalah yang lebih besar dari itu yakni masalah pemerataan perhatian kepada pedalaman-pedalaman di Indonesia. Dengan kurangnya perhatian dari pemerintah, bukan tidak mungkin pedalaman-pedalaman di pinggiran Indonesia akan terancam ke-Indonesiaannya dan menjadi wilayah terpencil yang tak mengenal ‘saudaranya’. Untuk itu, saya mohon kepada bapak Jokowi dan bapak Prabowo agar dapat sejenak meninggalkan kota dan bertemu dengan suasana pedalaman yang nyaman, seribu kali lebih nyaman dari suasana perkotaan yang memamerkan kemegahan. Cobalah tugas pemerintahan bapak (jika terpilih) jangan digunakan hanya dengan bertemu tokoh-tokoh penting dunia didalam istana kepresidenan. Kalau mempunyai jiwa ksatria, mampukah bapak meyakinkan tokoh-tokoh dunia itu agar dapat menembus batas hingga ke pedalaman Indonesia ?. Jika tidak dapat dilakukan demi alasan keamanan, sejauh mana bapak dapat menjelaskan akan keanekaragaman budaya Indonesia tanpa bapak-bapak sekalian mengetahui seluk seluruh wilayah Indonesia yang dalam hal ini yakni pedalaman. Oleh karena itu, mohon agar tidak hanya pembangunan di kota besar yang diprioritaskan melainkan pembangunan di daerah-daerah pedalaman di istimewakan.


    Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang dirahmati Allah SWT, selain masalah korupsi dan pemerataan pembangunan. Ternyata Negara kita ini memiliki berbagai masalah yang belum dapat teratasi walaupun ada beberapa yang hanya membutuhkan kesadaran dari kita sebagai warga Negara. Namun belakangan ini, rakyat sering menuntut agar Presiden untuk tampil serba sempurna. Alhasil jika kebijakan yang bapak-bapak nantinya terapkan berbenturan dengan kepentingan rakyat, mohon maaf jika bapak di nomor duakan, tigakan, atau diempatkan dari hati rakyat. Oleh sebabnya, sangat dibutuhkan dialog bersama-sama rakyat sebelum kebijakan yang telah bapak rencanakan akan diwujudkan (walaupun saya tahu, tentulah ada alasan dan pertimbangan tertentu dibalik semua kebijakan yang akan bapak retas).


    Bapak-bapak calon Presiden yang sedang kami tunggu-tunggu, saya ingin bercerita sedikit tentang kehidupan saya sebagai pelajar yang tinggal di asrama bersama puluhan orang dari latar belakangan yang berbeda; Bapak calon Presiden, sekolahku adalah salah satu sekolah favorit di timur Indonesia. Beragam latar belakang belajar dan mengemban ilmu disini (seorang anak dari petani, anak dari pengusaha, seorang anak pegawai, anak bupati). Namun itu semua bukan menjadi pembeda disekolah ini, kita hidup bersama dalam satu kamar, makan bersama dalam satu piring dan bermain bersama dalam satu halaman. Tanpa bersungut-sungut, kami melakukan berbagai aktivitas bersama-sama. Tetapi sungguh disayangkan, dengan mengemban tugas sebagai sekolah negeri yang memiliki ISO luar negeri yang berbasis Boarding School, sekolah kami layaknya gubuk-gubuk tak beraturan yang terbentang begitu saja. Bapak calon Presiden yang saya agungkan, mengapa saya menceritakan kisah ini ? Saya ingin membuka mata bapak-bapak calon Presiden akan pentingnya fasilitas pendidikan di Indonesia. Sekolah kami yang merupakan salah satu sekolah favorit yang diidam-idamkan saja tak mendapat perhatian dari Pemerintah. Apalagi sekolah-sekolah dusun dipinggiran Indonesia. Mohon perhatiannya pak.


    Bapak Jokowi maupun Bapak Prabowo, sebelum mengusaikan keluhan saya, saya ingin bapak memmbaca pesan-pesan singkat dari teman-teman seperjuangan saya di dalam satu asrama. Dari Alamsyah, teman sekamar saya: Tolong bapak perhatikan bangunan-bangunan dan fasilitas-fasilitas umum yang telah rusak dan agar secepat mungkin diperbaiki. Namanya Rian, teman saya dari perantauan: Pak, kesenjangan social tolong disetarakan, saya capek kalau hidup ini terus penuh dengan kebencian. Yang berada disamping mengiringi saya dengan gitar akustiknya, Mikha: Tolong perhatikan rakyat kecil yang mendukung bapak dari belakang.. Ada Garry, seorang anak dari polisi berpangkat AKBP: Jangan munafik!. Dan terakhir dari saya, Ketut TriSandy sorang anak remaja 15 tahun yang lahir dan dibesarkan di timur Indonesia: Do the best, I trust you. Dan .... boleh tidak saya berfoto dengan bapak ? Hehe.


    Sekian surat dari saya, dengan segenap hati yang tulus saya mengucapkan selamat kepada calon Presiden yang nantinya akan memimpin negeri ini menjadi lebih baik. Semoga keluhan-keluhan saya dapat bapak terima tanpa rasa amarah. Sekali lagi, saya mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung perasaan bapak-bapak sekalian. Ohiya pak, jangan lupa membalas surat ini ya .. Terima kasih banyak. Salam juga buat keluarga bapak-bapak yang sedang berjuang mendapatkan kursi nomor 1 RI.


    Dengan cinta,


    KETUT TRISANDY


    Siswa SMAN 3 Buper, Waena, Kota Jayapura Provinsi Papua

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    29 komentar:

    1. Alvin Siregar5 Juni 2014 17.12

      Keluhan ini pantas didengarkan, bukan hanya untuk Presiden Indonesia namun juga rakyatnya. Nice a letter ..

      BalasHapus
    2. Imanuel Arwakon5 Juni 2014 17.29

      Surat yang mengagumkan, hati saya sebagai pelajarpun tersentuh. Semoga pak Jokowi atau pak Prabowo dapat membacanya..

      BalasHapus
    3. Alfius Rumbino5 Juni 2014 17.59

      Satu-satunya surat yang mengumbar dengan jelas masalah yang dialami negara. semoga bermanfaat..

      BalasHapus
    4. Ketut TriSandy5 Juni 2014 20.55

      Makasih ya. Amin semoga suratnya sampai pada pemimpin negara kita (kelak) :)

      BalasHapus
    5. Ketut TriSandy5 Juni 2014 20.57

      Makasih. akan bermanfaat ? Iya. :)

      BalasHapus
    6. Ketut TriSandy5 Juni 2014 20.59

      Makasih.

      BalasHapus
    7. Meilanesia Ramandey5 Juni 2014 22.18

      Semoga Capres dapat membacanya dan setidaknya ini adalah suara dari pelajar dari timur Indonesia :)

      BalasHapus
    8. Dari Timur Papua5 Juni 2014 22.29

      Dari Timur NKRI : ko pangaruhhh ah .. lanjut!

      BalasHapus
    9. Ditulis sesuai realita yg ada... Great job Sandy... (Y) ^_^

      BalasHapus
    10. Curahan hati seorang anak yang harus didengar agar anak bangsa tumbuh dan selalu mencintai negerinya

      BalasHapus
    11. Surat yang mengesankan.. semoga dapat di baca oleh bapak Presiden Indonesia..

      BalasHapus
    12. Harmoko Pandiangan6 Juni 2014 21.42

      Sebagai gurumu sangat bangga membaca suratmu ini. semoga orang yg bersangkutan membacanya. dan jika sudah membaca, jgn hanya dibaca saja.tapi harus memberikan perhatian juga.

      BalasHapus
    13. Ferdinand Ibrahim6 Juni 2014 22.17

      sebagai pembaca ke 1000, sy sangat terkesan membaca surat ini. mulai dari awal hingga akhir, surat ini luput dari diksi yang cacat. Good luck.

      BalasHapus
    14. AmryRatnasari7 Juni 2014 05.37

      Good job dek, nice letter, smg bs sampai kpda calon2 pemimpin bangsa ini ;)

      BalasHapus
    15. Anita Manurung7 Juni 2014 06.28

      surat yang mengesankan semoga calon pemimpin kita membaca dan mengevaluasinya agar kelak pemimpin kita nnti bisa menjadi pemimpin yang kita harapkan.

      BalasHapus
    16. Novika Rozali7 Juni 2014 09.13

      Duh ini si Sandy yg gw gangguin tiap hari bukan siih? Bisa serius kayak gini jg toh... :D
      Keren suratnya dek... Sukses yaa... ^^
      Cahyo Bhoover ^^
      Ika -XX-

      BalasHapus
    17. Viola Widyanita Mahardhika7 Juni 2014 10.20

      Semoga dgn adanya surat ini, yg akan menjadi calon pemimpin kelak agar lebih memperhatikan masalah" yg telah dikeluhkan tadi.

      Ketut TriSandy, kami mendukungmu.

      BalasHapus
    18. Vanessa Yahya7 Juni 2014 13.53

      Surat ini sangat pas kena di hati :) Semoga bapak-bapak capres dapat membacanya..nice job Sandy (y)

      BalasHapus
    19. Steven Glenn7 Juni 2014 16.29

      Keren suratnya :) you're talented. keep on writing (y) ~

      XIX.RNB

      BalasHapus
    20. sigitirmawan8 Juni 2014 03.54

      tulisan yang baik,,, :) sy salut sama semangatnya, "10 tahun lagi jadi orang besar".... (Y) nicee spirit... sampe jumpa di SMA 3 :)

      BalasHapus
    21. aduh mau bilang tapi.. sa pu ade barak andalan mo :D hehe
      good job (y):)

      BalasHapus
    22. Dari sekian surat, hanya ini yang membuat saya terharu.

      BalasHapus
    23. Karena surat ini (meskipun posisi suratnya paling bawah) *setelah empat hari membaca kiriman surat-surat dari pelajar Indonesia* tapi setelah membaca surat ini, jadinya pengen jadi siswa lagi . Hehe

      BalasHapus
    24. Ridwan Samudra27 Juni 2014 00.34

      Kaget saat lihat viewersnya sampai 3000lebih, dan lebih kaget lagi ketika melihat isinya yang fantastis .. semua jari jempol ini milik si penulis 'Ketut TriSandy' .

      BalasHapus
    25. Ridwan Samudra27 Juni 2014 00.56

      Kaget saat lihat viewers nya lebih dari 3000 orang tapi lebih kaget lagi saat lihat isi suratnya yang fantastis ... semua jari jempolku untuk sang penulis 'KETUT TRISANDY' ..

      BalasHapus
    26. Ridwan Samudra27 Juni 2014 12.58

      Saya kaget saat lihat viewers nya mencapai 3000lebih, tapi lebih kaget lagi ketika membaca isi surat yang fantastis ... semua jempolku milik sang penulis 'KETUT TRISANDY'

      BalasHapus
    27. Ridwan Samudra27 Juni 2014 13.02

      moderator, hapus komentar yang ini ya ..

      BalasHapus
    28. Ketut TriSandy28 Juni 2014 12.05

      Makasih ya ..

      BalasHapus
    29. Ketut TriSandy1 Juli 2014 02.39

      Alhamdulillah juara favorit, terima kasih semua ...

      BalasHapus

    Item Reviewed: [Surat Untuk Capres 2014] Negeri Seribu Masalah Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top