728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Minggu, 09 Agustus 2015

    [Peserta Lomba Menulis Surat] Apa yang Kamu Pikirkan?

    Apa yang aku pikirkan adalah banyak yang ingin aku ubah terhadap negeri ini. Negeri yang kaya akan alam dan membuat para warga negara asing tertarik untuk mengunjungi Indonesia. Aku selalu membayangkan jika melihat tanah kosong di jalan-jalan yang aku lewati, aku bisa mengubahnya menjadi taman bernain untuk anak-anak ataupun tempat bersantai. Bayangkan bagaimana asrinya jika dipandang. Tidak banyak manusia yang hidup di negara ini bisa mengelola alam dengan baik. Malahan orang luar negeri yang bisa mengambil banyak manfaat dari alam Indonesia. Masih dalam tahap negara berkembang, itulah Indonesia. Masih banyak warga Indonesia yang tidak memiliki profesi alias pengangguran. Dikarenakan tidak ada lapangan kerja bagi mereka. Jika aku yang jadi presiden, aku akan berusaha membuka sebanyak-banyaknya lowongan kerja agar mereka bisa menghidupi diri mereka sendiri maupun untuk keluarganya. Aku mudah iba jika melihat orang yang mengemis di bawah lampu merah atau anak-anak kecil yang berjualan koran. Apalagi jika yang berjualan ialah orang cacat. Apa yang telah dilakukan pemerintah selama ini? Apakah beliau tidak sadar? Atau masih memikirkan jalan keluar? Tentu tidak ada yang tau apa yang dipikirkan atau sedang dikerjakan pemerintah Indonesia saat ini. Tapi, aku mohon, tinggalkanlah sejenak urusan yang berkaitan dengan negara lain dan semacamnya. Tengoklah sedikit terhadap keadaan negaramu sendiri. Tanamkan keadilan pada dirimu.


    Berbicara tentang keadilan, saya sebagai murid SMK jurusan Administrasi Perkantoran, pernah membaca buku yang menuliskan bahwa gaji seorang sekretaris lulusan SMK hanyalah sebesar Rp 1 jt, sedangkan gaji para anggota DPR bisa mencapai Rp 20 jt. Kalau di Jepang, gaji seorang sekretaris resmi sekitar 30-40 juta rupiah. Kalau demikian, hanya dari segi penggajian saja sudah bisa dilihat keududkan profesi sekretaris di Jepang cukup tinggi, sehingga bisa disebut sebagai profesi yang bergengsi.


    Atau kita bisa menerapkan sistem seperti Cina. Di Cina, tidak ada namanya orang kaya dan miskin. Tingkat ekonomi seluruh masyarakatnya sama rata, termasuk presidennya sendiri. Filipina menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa kedua mereka setelah bahasa tagalog.


    Sebenarnya aku sendiri juga masih bingung bagaimana menjadikan negara ini menjadi negara yang maju seperti Amerika dan Jepang,


    Amerika dengan tingkat penelitian dan ekonomi yang tinggi, dan Jepang dengan kecanggihan teknologinya. Aku selalu merasa iri dengan kedua negara tersebut. Bagaimana mereka bisa menjadi luar biasa? dan bagaimana kita bisa menjadi seperti mereka?


    Tapi masih ada satu hal yang aku selalu kagumi dari negara ini. Indonesia tidak terbentuk semudah membalikkan telapak tangan. Bayangkan jika masyarakat di masa lalu menyerah begitu saja terhadap penjajahan Belanda dan Jepang. Tidak ada yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara ini tidak akan ada di dalam peta dunia. Tapi, para pejuang yang merupakan rakyat Indonesia tidak kenal menyerah. Seperti prajurit dalam permainan catur. Meskipun kecil dan jalannya pelan, tetapi tidak pernah mundur. Itulah pejuang negeri ini di masa lalu. Hingga akhirnya sampailah kepada masa depan yang menjajikan yakni kemerdekaan mutlak yang diraih bangsa Indonesia melalui Bung Karno dan Bung Hatta. Tidak sia-sia perjuangan dan pengorbanan mereka selama ini.


    Kita selaku masyarakat yang sudah menikmati masa kejayaan ini, hendaklah melakukan sesuatu untuk mempertahankan kemerdekaan ini.


    Aku juga bangga terhadap salah satu orang Indonesia (tidak tau namanya), yang menciptakan game berjudul Dread Out yang bisa menarik perhatian perusahaan game di luar negeri, akhirnya game itu dibeli dan banyak dimainkan oleh seluruh kalangan manusia di dunia.


    Patut dihargai juga tentang agama. Satu sama lain sama-sama menghormati dan menghargai perbedaan kepercayaan yang terdapat di Indonesia. Bisa dilihat mereka masih memegang erat prinsip Bhineka Tunggal Ika. Tak lupa juga harus menggalakkan untuk mencintai budaya Indonesia. Karena sejujurnya, aku sendiri adalah pengagum negara Amerika dan Jepang. Sampai-sampai aku lupa kalau aku merupakan bagian dari bangsa ini.


    Sebenarnya banyak sekali kesempatan yang dapat diambil oleh orang-orang di Indonesia. Hanya saja mereka tidak tau bagaimana caranya mendapatkan peluang itu. Masing-masing memiliki kesempatan yang sama bagi diri sendiri. Hanya saja mereka tidak melihat apa yang bisa mereka ambil. Aku sendiri memang tidak pandai dalam mengolah sumber daya alam dan merubah negeri ini. Tapi jauh dalam lubuk hatiku, ingin sekali rasanya melihat negara ini memiliki derajat yang sama atau bahkan lebih tinggi dengan negara maju yang sudah ada. Dapat bersaing dengan seluruh kemampuan untuk membawa NKRI ini menjadi lebih baik.


    Tidak sedikit pula pemuda pemudi Indonesia yang memiliki pemikiran kreatif, sehingga mereka dapat menciptakan inovasi terbaru bagi kemajuan tanah air kita. Hanya perlu sebuah penghargaan besar bagi para remaja yang bisa menemukan sesuatu yang inovatif yang bisa meningkatkan kualitas Indonesia.


    Aku harap 10-15 tahun mendatang, Indonesia bisa mengangkat derajatnya menjadi sama dengan yang lain. Masa depan cerah yang ada di tangan generasi penerus menjadi sangat berharga. Rasa terima kasih yang tak terlukiskan kepada masyarakat di masa lalu yang sudah membentuk Indonesia ini menjadi tidak ternilai perjuangannya. Aku yang menjadi bagian dari generasi penerus juga merasa bertanggungjawab untuk meneruskan kemerdekaan ini. Aku akan berusaha sebaik mungkin bagi Ibu Pertiwi tercinta. MERDEKA !!!


    Devina Puspitasari

    Siswi SMK Kristen Harapan Sejati, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: [Peserta Lomba Menulis Surat] Apa yang Kamu Pikirkan? Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top