728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Selasa, 11 Agustus 2015

    [Peserta Lomba Menulis Surat] Di Balik Tuna! (Di Balik Tujuh Indonesia)

    Badung, 9 Agustus 2015


    Teruntuk saudara sebangsa dan setanah air

    Yang tak kuketahui semua keberadaanya

    Hampir 70 tahun sudah Indonesia merdeka, sudah 7 kali pula berganti pemimpin.  Namun permasalahan yang pelik masih menghantui negeri ini dan seakan – akan menjadi warisan untuk generasi selanjutnya.

    Seperti debu yang disapu, permasalahan di Indonesia ada lagi dan lagi. Bahkan permasalahan di Indonesia telah beranak, bercucu dan bercicit. Masalah satu akan menimbulkan masalah berikutnya, begitu seterusnya. Indonesia kini dirundung beribu permasalahan yang jika dituliskan akan menyamai tebalnya Kamus Besar Bahasa Indonesia.

    Sebenarnya dari Sabang hingga Merauke masalah yang ada adalah sama. Hal paling klasik disetiap daerah adalah kurangnya sarana dan prasarana yang memadai. Contohnya, jalanan yang rusak, alat transportasi yang kurang layak, kemacetan, bencana alam yang diakibatkan oleh ulah kita sendiri, sekolah yang masih kurang memadai, banyak pengangguran, konflik antar suku atau agama padahal Indonesia mengusung Bhineka Tunggal Ika. Apakah didaerah kalian masih terjadi masalah seperti itu? Lalu bagaimana bisa Indonesia sejahtera jika rakyatnya masih menghadapi masalah tersebut?

    Karena semua permasalahan tersebut, pernahkah kalian menyesal karena telah memilih seorang presiden atau kepala daerah lainnya? Pernahkah kalian merasa semua hal yang diucapkan ketika kampanye hanya bualan semata agar mendapat simpati dari masyarakat? Pernahkah kalian menganggap sia – sia telah memilih seorang pemimpin?

    Tidak! Hal seperti itu jangan pernah membuat kita tergoyah, terpecah atau menjadi pembrontak. Berusaha berpikir positif, menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah terlebih memimpin suatu daerah apalagi suatu negara. Karena tugas pemimpin melebihi tugas PEMIMPI yang hanya bisa mengidam – idamkan sesuatu namun tak mau berusaha.

    Saudaraku di Indonesia atau warga Indonesia yang sedang diluar negeri sana. Kita seharusnya tak sepenuhnya menyalahkan para pemimpin atas masalah tersebut. Mungkin mereka juga tengah berusaha semaksimal mungkin untuk mensejahterakan rakyat. Pandangan bahwa kinerja pemimpin yang terlalu lamban sehingga Indonesia terlalut – larut dalam masalah pelik sudah semestinya dihapuskan. Apa yang kita pikirkan bisa seribu kali dipikirkan ulang oleh pemimpin. Karena hanya tidak ingin salah melangkah yang malah membuat rakyat semakin kecewa.

    Sebagai rakyat Indonesia yang ingin sejahtera sudah seharusnya kita dan para pemimpin saling bekerja sama. Sebagai rakyat yang cerdas kita hanya perlu mendukung, melaksanakan dan mengawasi program – program yang telah direncanakan oleh pemerintah. Jangan hanya bisa mengeluh lantaran tidak puas dengan kinerjanya. Lalu sebagai pemimpin yang bijaksana pula, hendaknya mendengarkan aspirasi rakyatnya, tidak berprilaku semena – mena, menjadi contoh bagi rakyatnya agar terasa menyatu dan tidak pernah mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan rakyatnya.

    “ Indonesia akan sejahtera jika tumbuh rasa saling memiliki antara pemimpin dan rakyatnya.”


    Anak muda ingin sejahtera


    Ni Kadek Ega Dwi Lestari

    Siswi SMAN 1 Kuta Selatan Provinsi Bali  
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    1. itu semua karna kita terlalu manja, ingin yang serba instan.. kalau tdk berjalan spt yang diinginkan, belum puas rasanya kalau belum mencemooh pemimpin..ini salah satu kebiasaan buruk orang indonesia, suka ikut ikutan. ada satu dua org yang mencemooh, yang lain seperti tdk mau kalah untuk ikut mencemooh.

      salam 'Anak muda yang juga ingin sejahtera' .

      BalasHapus

    Item Reviewed: [Peserta Lomba Menulis Surat] Di Balik Tuna! (Di Balik Tujuh Indonesia) Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top