728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Minggu, 09 Agustus 2015

    [Peserta Lomba Menulis Surat] Hadiah untuk Indonesia

    Jakarta, 10 Agustus 2015

    Kepada

    Segenap Pelajar

    Di Seluruh Indonesia


    AssalamualaikumWr.Wb.

                Teriring salam dan doa, semoga Tuhan senantiasa melimpahkan anugerah, kasih sayang, beserta karunia-Nya kepada kita semua agar dapat terus berbakti dan mengabdi kepada bumi pertiwi hingga akhir hayat nanti.

                Teman-temanku yang berbahagia, kenalkanlah aku salah satu dari jutaan anak yang mencoba bertahan meraih ilmu setiap harinya di tanah air pusaka. Ya, bertahan di tengah carut-marutnya pendidikan Indonesia, bersabar di tengah krisisnya ekonomi Indonesia, dan berjuang di tengah hitamnya politik Indonesia. Mungkin, aku hanyalah seorang bocah yang berstatus sebagai pelajar sekolah menengah atas dan tak mungkin bagiku memaksa ataupun membuat semua orang mendengarku. Tetapi, izinkanlah aku pada kesempatan kali ini untuk menyampaikan sejumput asa dan rasa yang kurasakan bersama “Ibu Pertiwi” selama ini.

                “Oh lihat ibu pertiwi.. Sedang bersusah hati. Air matanya berlinang..Mas intan yang terkenang” Cobalah cermati potongan liriklagu di atas dengan hatinuranimu. Resapilah maknanya, barulah kemudian kita akan merasakan kemirisan melihat kenyataan yang ada di negeri bahari ini. Satu minggu lagi, Negara kita akan merayakan hari istimewanya yang ke-70 tahun. Usia yang tak terbilang muda lagi, memang. Sudah lebih dari setengah abad, Indonesia mempertahankan kemerdekaannya secara hukum. Tetapi jika kita tengok sebentar pada kualitas sumber daya manusia yang kita miliki, barulah kita menyadari bahwa kita masih terjajah di negeri kita sendiri.

                Sudah hampir 12 tahun aku menjadi seorang pelajar tetapi aku belum merasa berbuat apa-apa untuk bangsa ini. Terkadang aku berpikir, akankah aku menjadi seseorang yang terpelajar atau hanya sekedar terdidik tanpa sedikitpun pelajaran yang berbekas? Apakah kalian para pelajar yang beruntung dapat hidup di Indonesia merasakan hal yang sama denganku? Atau hanya aku yang terlalu malas dan mudah terpengaruh sehingga aku menjadi orang yang bodoh dan tak mampu menerbitkan senyuman baru bagi Indonesia? Jika memang begitu, aku sungguh malu dengan kalian para pelajar lain yang telah melaksanakan tugas sebagai agen perubahan Indonesia dengan sangat baik.

                Teman-temanku yang cerdas, hanya dalam hitungan hari,  bangsa kita akan berulang tahun.  Apa hadiah terbaik yang akan kita berikan kepadanya?  Jika kita kembali ke ulang tahun Negara kita yang ke-68, terdapat 255 kasus tawuran yang menewaskan 20 siswa di seluruh Indonesia. Apakah hali tu yang akan kita berikan lagi kepada Indonesia? Aku rasa sudah cukup dengan kematian seorang temanku dan kehilangan 20 orang temanku yang dikeluarkan dari sekolah. Bukankah pelajar yang cerdas ialah pelajar yang tidak mudah terprovokasi oleh orang lain? Begitulah kepala sekolahku menekankan hal itu kepada muridnya setiap hari.

                Aku kembali terhenyak ketika mengetahui kenyataan yang bersumber dari sebuah media bahwa 70% dari 4 juta pecandu narkoba tercatat sebagai anak usia sekolah, yakni 14 hingga 20 tahun. Bahkan sudah menyusup ke usia sekolah dasar dan BNN memperkirakan angka prevalensi pengguna narkoba meningkathingga 5,1juta. Apakah itu yang disebut pelajar Indonesia? Bukankah seharusnya kita sebagai pelajar yang berada di garda terdepan memberikan teladan yang baik untuk memajukan dan mengharumkan bangsa ini? Kukira, pelaku tersebut hanya kurang menghargai dirinya sendiri dan hanya berpikir untuk saat ini dan tidak berpikir untuk masa depan.  Sungguh sangat disayangkan perbuatan tersebut jika masih terulang hinggahari ulang tahun Negara kita tersayang.

                Hingga saat ini, aku hanyalah seorang pelajar biasa yang dimuakkan oleh berjuta masalah yang dihadapi Indonesia. Terlebih ketika asap rokok yang keluar dari mulut seorang pelajar menusuk lubang hidungku. Ya, mungkin fenomena ini sudah diketahui oleh kita semua. 37% pelajar sekolah Indonesia sudah biasa merokok. Bahkan yang lebih mencengangkan lagi, Negara kita berada di peringkat 4 dunia perokok terbanyak setelah Cina, Amerika Serikat dan Rusia. Lalu, apa tindakan kita? Sayangnya lebih banyak orang yang hanya berdiam diri tanpa suara sambil menutup hidung. Meskipun sudah ada peringatan di bungkus rokok,  tetap saja dibeli dengan beribu alas an klasik. Bukankah hal itu mencerminkan seseorang tersebut sebagai orang yang tidak terpelajar dan tidak berpendidikan? Kemanakah kepedulian kita sebagai orang yang terpelajar?

                Mungkin, cukup sampai di sini yang ingin aku sampaikan. Hal-hal di atas hanyalah sebagian kecil dari masalah pelajar Indonesia lainnya seperti lulus sekolah dengan kunci jawaban dan pool party usai UN yang membuktikan kerusakan moral pelajar nusantara. Aku berharap dapatmelangkah bersama-sama dan bekerjasama memberikan hadiah terindah untuk ulang tahun Indonesia bersama kalian, para pelajar yang terpelajar. Teruntuk saudara-saudariku, siswa-siswi penerus harapan bangsa yang tengah berjuang bersama-sama menyukseskan kepentingan nasional negara tercinta kita. Salam perubahan !“Bangun pemudi-pemuda Indonesia. Lengan bajumu singsingkan untuk negara..!”



    Salam Santun


    Mariam Kamila

    Siswi SMA Negeri 109 Jakarta Provinsi DKI Jakarta
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: [Peserta Lomba Menulis Surat] Hadiah untuk Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top