728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Minggu, 09 Agustus 2015

    [Peserta Lomba Menulis Surat] Indonesia, Ajari Mereka Mandiri

    Assalamu’alaikum wr. wb

                Indonesia, apa yang salah denganmu? Apa kau miskin? Atau tak subur lagi? Menurutku tak satupun. Kau subur, kau kaya, tapi mengapa pendudukmu tak makmur, tak sejahtera? Mungkinkah kau negara yang kecil? Tidak, kau negara yang sangat luas dengan beribu-ribu pulau. Mungkinkah karena pendudukmu? Ya, mungkin saja.

                Engkau kaya sumber daya alam maupun manusianya. Tapi meskipun kaya belum tentu berkualitas tinggi. Apa pendudukmu tak berpendidikan? Apa kau negara tertinggal? Tidak keduanya. Kau punya orang-orang beritelejensi tinggi, kau punya Professor, Doktor, dan lain sebagainya. Kau tak tertinggal, namun tak pula maju. Kau hanya sedang berkembang.

                Berkembang? Ya, kau sedang berkembang di berbagai sektor. Lalu kenapa sejak dulu masih terus ber-title BERKEMBANG? Anak bangsamu sudah mampu membuat pesawat. Kenapa kau tak disebut negara maju? Karena apa, kau mau tau? Karena, kelanjutannya tak dikembangkan. Jadi apa yang telah dilakukan anak bangsa hingga kini, kenapa tak mengembangkan pesawat made in Indonesia itu?

                Belajar. Ya mereka belajar. Tapi mereka ke luar negeri, karena katanya dapat beasiswa ke sana. Katanya di sana masa depannya terjamin. Karena disana pemerintahnya mau mengembangkan penemuannya. Karena disana mereka bebas mengekspresikn kreativitas mereka. Begitu banyak alasan yang mendorong anak-anak bangsa mengabdi pada negara lain. Ada apa dengan dirimu wahai Indonesia?

                Wahai Indonesia, kau tau kan, berapa juta jiwa lahir di tanahmu? Namun coba kau hitung bahkan tanpa kalkulator berapa yang sudah membahagiakanmu. Mari kita tengok anak SD. Masih kecil sudah naik sepeda lipat buatan mana? Ya, tak usah saya sebutkan. Sekarang anak bangsa telah diracuni gaya hidup hedonisme. Mari kita tanya mereka, apa cita-cita mereka ke depannya? Dokter, Polisi, Guru, Pemadam Kebakaran, PNS, Tentara, tidak tau, dan lain sebagainya.

                Coba kita tanya orang tuanya. Ingin jadi apa anaknya kelak. Ada yang jawab semoga anaknya bisa jadi pegawai, dokter, guru, polisi, dll. Saya kira jawabannya akan sama dengan anaknya. Tak ada salahnya ingin memiliki profesi seperti yang tadi disebutkan. Namun, tak adakah yang ingin jadi pengusaha, wirausahawan, bussines man?  “Tidak, yang pasti-pasti saja dulu. Kalau begitu nanti kalau bangkrut gimana? Pegawai sajalah” itu alasan no.1 kenapa banyak pengangguran.

                Indonesia, kenapa tak kau teriakkan pada anak-anak bangsamu, kalau kau itu begitu kaya. Semua hasil bumi ada padamu, tinggal mereka olah saja. Emas, gas alam, batu bara, getah karet, getah pinus, kelapa sawit, padi, jagung, ikan, gurita, dan banyak lagi ada padamu. Atau mungkinkah pendudukmu terlalu BERDUIT, hingga mereka bersantai-santai ria tinggal membeli barang jadi dari luar negeri dengan harga diluar nalar?

                Bukankah ‘tinggal beli dan pergi’  itu sikapnya orang berduit? Jadi, anak bangsamu orang berduit semua? Lalu kenapa persentase pengangguran dan kemiskinan meningkat tajam?  Apakah tanahmu harus berteriak pada bangsamu agar hati nurani mereka terketuk dan tak mengabaikan suburnya tanahmu? Ya, mungkin harus dengan cara itu.

    Kau merdeka dari penjajah tanggal 17 Agustus 1945, Namun, kau bisa bebas dari penajajahan barang impor, tak tau kapan. Haruskah bangsamu juga memproklamasikan kebebasan mereka dari barang impor? Tapi apa mereka mampu? Mari rangkul mereka, ajak mereka mencoba mandiri di negeri sendiri

                Indonesia, ajarkan pada mereka arti mandiri. Mandiri di segala aspek kehidupan. Ajari mereka untuk memanfaatkanmu. Beritahu mereka, kau akan bahagia jika mereka memanfaatkanmu dengan otak mereka, bukan dengan nafsu hedonisme mereka.


    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Salam Anak Bangsa


    Annisa Susianti

    Siswi SMA Negeri 1 Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 komentar:

    1. penulisnya masih pemula ya? lumayan lah, untuk pemula, terutama di bagian akhirnya serasa tertohok banget

      BalasHapus
    2. paragraf terakhirnya tuh lohh sesuatu bgt, ngena..

      BalasHapus

    Item Reviewed: [Peserta Lomba Menulis Surat] Indonesia, Ajari Mereka Mandiri Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top