728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Senin, 10 Agustus 2015

    [Peserta Lomba Menulis Surat] Kepada Indonesia, Tak Semua Air LautmuKeruh Kok! Percayalah

    Assalamu’alaikum. Wr, Wb.

    Salam semangat 1945 untuk pertiwiku!

    Duhai pertiwiku, beserta semua jiwa yang hidup di dalamnya. Saya ingin mencoba untuk menuliskan apa yang ‘tlah saya lihat, saya dengar, dan saya pahami. Dari pilihan mereka putra putri Indonesia dalam mengisi kemerdekaan di HUT RI yang ke-70 tahun ini.

    Saya sangat berharap lembaran kertas putih yang akan terisi coretan-coretan kata dari tinta hitam yang kupegang ini, dapat dibaca dan direnungi oleh semua masyarakat Indonesia dari kalangan atas, kalangan menengah, kalangan bawaah dan semua kalangan masyarakat Indonesia yang akan menentukan masa depan negeri tercinta, yaitu Indonesia kita.

    Indonesia, taukah engkau apa yang membuat air lautmu itu keruh? Semua itu karena sifat-sifat sampah yang dibuat oleh para putra putrimu yang sangat tidak bertanggung jawab. Mereka yang tidak tau bagaimana ‘tuk mengisi kemerdekaan yang sesungguhnya. Karena sifat sampahnya, mereka tidak malu untuk mencuri uang-uang rakyat, dan melalaikan hak-hak masyarakat. Dengan kedok yang sangat mewah, mereka berpakaian rapih yang dihiasi jas dan dasi yang mereka pakai untuk duduk di kursi kekuasaan, ketidak pedulian mereka akan nasib orang-orang dibawahnya, dengan bangga mereka mengingkari janji yang telah dibuatnya sebelum menduduki kursi kekuasaan. Mereka hanya sibuk ‘tuk memenuhi perutnya yang kosong dengan lembaran-lembaran rupiah haram, yang akan terus mengalir bagai darah dalam diri mereka. Hingga nuranipun tertutup oleh kerakusan akan materi yang membuatnya lalai akan peran mereka sebagai pemimpin, kepercayaan dan wakil rakyat, yang bertugas  untuk melayani masyarakat dengan baik, bertugas untuk mensejahterakan, bukan untuk menyengsarakan rakyatnya. Apakah engkau terima dengan perilaku sampah mereka? kau pasti tak akan menerima sifat sampah dan penghianatan mereka terhadapmu bukan? Engkaupun tak akan menganggapnya sebagai putra putrimu bukan?.

    Indonesia, tak hanya berhenti disitu saja sifat sampah mereka yang sangat TEGA!. Mereka menjual pulau-pulau kecil yang sangat jelas itu milik kekayaanmu, mereka bagaikan membalikkan telapak tangan. Mereka tega menukarnya dengan sekarung lembaran-lembaran uang dari orang-orang asing yang ingin menghancurkan wilayah kesatuan bumi pertiwi ini, miris sekali bukan?. Kejadian yang sangat membuat hatiku menjadi gelisah akan masa depan engkau, wahai indonesiaku. Kejadian yang membuat suatu pertanyaan besar dalam benak hati saya? Apakah mereka tak sedikitpun ingat bagaimana perjuangan para pahlawan untuk mengutuhkan wilayah Indonesia?. Bagaimana para pahlawan dulu mati-matian menjaga wilayah-wilayah Indonesia agar tidak disentuh oleh tangan-tangan penghancur?

    Indonesia, ternyata banyak dari para pemuda negerimu yang menjadi musuh dalam selimut. Mereka adalah orang-orang yang ingin mematikan kobaran semangat 1945 dari dalam diri para pemudamu. Mereka dengan sengaja membuat ramuan, mengedarkan, dan menyelundupkan obat-obatan  terlarang pada para pelajar, yang seharusnya mereka tidak dikenalkan dan dijauhkan dari obat-obatan terlarang itu, tapi orang sampah itu mendekatkannya pada mereka. Menurut mereka, barang haram itu dapat menghilangkan masalah dalam hidup, padahal sebaliknya, bahkan dapat mengeraskan hatinya agar tidak berbuat baik terhadap seseorang maupun kepada tanah air kelahirannya. Apalagi untuk mengibarkan namamu dan  mengharumkan namamu di kanca dunia. ‘tuk mengenali jati dirinya saja sangat sulit di tambah lagi untuk mengenali jati diri bangsanya, mungkin akan menjadi beban berat bagi diri mereka. Seperti itukah kebiasaan para pemuda Indonesia? begitu sulitkah para pemuda menemukan solusi dari masalah mereka sendiri, sampai-sampai tak ragu lagi untuk mengonsumsinya?

    Percayakah engkau Indonesia,? disamping kekeruhan air lautmu itu, masih ada putra putri engkau yang berjiwa patriot, mereka sangat peduli pada engkau karena di hati mereka selalu berkobar semangat 1945. Semangat itu yang ‘tlah menghantarkan engkau di pintu gerbang kemerdekaan. Semangat yang  jernih, asli dari semangat putra putri engkau dalam berjuang.

    Karena dengan jiwa patriotnya, salah satu dari putra putrimu masih bisa menjaga imannya agar tidak memenuhi perut kosongnya dengan lembaran-lembaran haram. Mereka sadar jikalau mereka ikut kedaftar nama-nama “koruptor”, mereka akan malu, mereka akan khawatir akan kehalalan nafkah mereka yang akan menjadi sesuap nasi bagi keluargannya, sesuap nasi jika tak halal akan menjadi darah haram yang mengalir keseluruh tubuh keluargannya. Karena dengan jiwa patriotnya, segolongan putra putrimu ‘tlah rela berjauhan dengan keluarga tercinta, hanya untuk menjaga keutuhan NKRI Indonesia, meski rasa rindu akan kehadiran keluarga mereka sangat menyayat hati mereka, tapi mereka tetap rela dan setia menjagamu Indonesiaku. Karena dengan jiwa patriotnya, sebagian putra putrimu bisa mengharumkan namamu dikanca dunia, dengan prestasi mereka yang sangat luar biasa, dan patut diberi penghargaan. Walaupun masalah dalam hidup mereka selalu menghadang keberhasilannya, tetapi tidak sedikitpun difikiran mereka terlintas untuk mencoba mengonsumsi obat-obatan terlarang itu.

    Untuk semua masyarakat Indonesia, mari kita bersama-sama membangun Indonesia. Suatu tempat tak akan bisa berdiri kokoh dengan satu tiang, tetapi suatu tempat akan berdiri kokoh, jika banyak tiang yang menyangkalnya. Oleh karena itu kita tidak bisa menyerahkan tanggung  jawab untuk memajukan Indonesia kepada presiden dan pemerintah saja, tapi itu tanggung jawab kita semua sebagai WNI ( Warga Negara Indonesia ).

    “…..JAYALAH NEGERIKU, BANGKITLAH BANGSAKU….”





    Hamidah



    Siswi MAN Model Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: [Peserta Lomba Menulis Surat] Kepada Indonesia, Tak Semua Air LautmuKeruh Kok! Percayalah Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top