728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Senin, 10 Agustus 2015

    [Peserta Lomba Menulis Surat] Tanah Sejak Lahir

    Kepada

    Walikota Medan

    di

    Tempat

                Salam untuk Bapak Walikota serta seluruh pihak yang berada di kursi nomor 1 Kota Medan. Semoga selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas-tugasnya, serta tetap menjaga amanah rakyat.

                Sudah 16 tahun saya tinggal disini, sejak pertama kali saya mengoek, hingga sekarang ketika saya melihat pemberitaan televisi mengenai salah satu pejabat kita yang tersandung korupsi. Mungkinkah pemberitaan di TV itu menjawab semua pertanyaan saya pada mama tentang “Ma, kenapa kota kita gini-gini aja?”

                Saya seringkali iri melihat banyak kota seperti Jakarta, Bandung, ataupun Surabaya yang menggagas ide-ide baru untuk membenahi kota dan mengatur warganya. Jakarta, sudah pasti menjadi kota paling maju karena mendapat perhatian nomor 1 pemerintah. Wajar saja jika disana banyak transportasi umum yang nyaman untuk menjangkau sudut-sudut kota. Sementara Bandung, sudah memang menjadi Paris Van Java sejak dulu. Pemerintah Kota Bandung yang sekarang juga sangat baik dalam menata kota agar nyaman untuk warga Bandung juga turis yang ingin berkunjung. Begitu pula dengan Surabaya yang pemerintahnya memiliki ketegasan dalam membuat peraturan.

                Lalu bagaimana dengan kota kita Pak?

                Medan tercinta ini, tidak kalah besarnya dengan kota-kota yang lain. Potensi yang dimiliki orang-orang Medan juga tak kalah saing. Banyak orang pintar dan orang kreatif yang bisa membantu membangun kota menjadi lebih baik lagi. Tapi kenapa ya, sejak saya kecil hingga sekarang saya tidak merasakan perubahan signifikan di kota kita?

                Sungai Deli dan anak-anaknya masih saja dipenuhi sampah, lubang menganga di banyak jalan protokol masih mengganggu kenyamanan berkendara, juga transportasi umum yang masih didominasi angkot dan becak. Bukankah beberapa tahun yang lalu kabarnya Trans Mebidang segera diluncurkan? Belum tampak tranportasi umum yang warga damba-dambakan itu hingga halte Mebidang yang dibangun di depan sekolah saya sekarang sudah dalam kondisi yang rusak parah.

                Saya tahu, tidak mudah menata kota. Untuk saat ini saya hanya ingin menyorot tentang transportasi umum di kota kita. Transportasi umum yang nyaman sangat kami butuhkan, khususnya bagi pelajar yang seringkali menjadi sasaran empuk kejahatanvdi angkutan kota. Angkot bukannya tidak membantu. Tetapi banyak sekali pengemudi angkot yang ugal-ugalan, memberhentikan penumpang dan memberi tarif seenaknya serta kebersihan dalam angkot yang jarang diperhatikan. Becak mesin bukannya tidak bisa diandalkan, tetapi becak juga masih dikeluhkan pelajar saat menempuh jarak dekat namun dimintai tarif tidak sesuai dan pengendara becak yang juga sering ugal-ugalan.

                Sebagai seorang pelajar, saya mewakili suara teman-teman yang sering kali mengeluhkan hal ini. Pemerintah seolah tutup mata dan menganggap tranportasi umum di Kota Medan sudah cukup baik. Padahal belum sama sekali. Andai saja Trans Mebidang segera diluncurkan, tentunya kami para pelajar merasa sangat terbantu jika ingin pergi sekolah atau pulang ke rumah tanpa harus merasa terancam di angkutan umum atau becak. Tentunya pemerintah juga harus mengkordinir dengan baik transportasi harapan warga yang satu ini, agar seluruh warga Kota Medan merasa nyaman dan ingin menaiki transportasi umum sehingga memecah kemacetan yang juga sudah sering terjadi sekarang.

                Pak, hingga sekarang saya masih berharap pemerintah terus membenahi Kota Medan, terutama mencari solusi agar warga Kota Medan dapat lebih nyaman jika menaiki transportasi umum sehingga terlihat perubahan signifikan di kota kita. Peraturan tentang dilarang membuang sampah sepertinya juga harus tegas diberlakukan agar kota kita tampak bersih dan indah. Sehingga misi Bapak dalam “Medan Berhias” dapat terwujud dengan sempurna. Terimakasih telah membaca surat saya. Semoga aspirasi saya dan teman-teman dapat mengetuk hati pemerintah. Jadikan Medan yang lebih baik lagi. Mari kita bangun bersama tanah yang sudah kami tempati sejak lahir ini agar semua warganya dapat mencintai tanah kelahiran sendiri.

                Medanku Medanmu lek! #HUTRIke-70

    Salam,

    Lathifa Dinar

    Siswi SMA Panca Budi Medan Provinisi Sumatera Utara
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: [Peserta Lomba Menulis Surat] Tanah Sejak Lahir Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top