728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Selasa, 11 Agustus 2015

    [Peserta Lomba Menulis Surat] Teruntuk Bapak Ibu

    Bapak Pemimpin Negara Yang Terhormat, kami adalah generasi muda yang peduli pada keberlangsungan Indonesia ini. Negara dengan ribuan pulau, suku, budaya, agama, dan karakter. Sungguh indah membayangkan betapa kayanya negara Indonesia, yang memiliki pantai yang indah, tarian yang memukau, dan ladang kekayaan yang tiada terkira.

    Bapak Pemimpin Negara Yang Terhormat, kami ingin memperlihatkanmu sesuatu. Tentang kondisi di wilayah kami (lebih tepatnya kawan kami di ujung negara). Betapa kesulitannya mereka―generasi muda seperti kami, dari yang berseragam merah putih sampai putih abu-abu. Berjalan puluhan kilometer dengan angkutan yang terbatas, bahkan merelakan kakinya pegal-pegal karena berjalan kaki. Menyeberang jembatan yang sudah miring atau hampir putus. Bahkan menerjang derasnya aliran sungai karena jembatan sudah benar-benar putus dan tidak ada perbaikan segera dari pemerintah.

    Bapak Pemimpin Negara Yang Terhormat, lihatlah kami! Lihatlah nasib mereka! Berita ini tentu sudah tidak asing lagi. Banyak media massa yang mendokumentasikannya. Namun kami tidak tahu bagaimana perkembangannya sekarang. Bagaimana nasib mereka, para generasi muda yang memiliki kekuatan untuk sekolah. Memiliki keinginan untuk mengenyam bangku pendidikan. Demi masa depan kami. Demi masa depan mereka. Demi masa depan bangsa.

    Bapak Pemimpin Negara Yang Terhormat, kami ingin kesejahteraan kami dapat dirasakan di seluruh penjuru Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke. Tidak hanya berkutat pada wilayah yang memiliki jarak yang dekat dengan ibu kota. Tolong lihatlah bagaimana nasib mereka yang berada di perbatasan atau di ujung negara. Mereka yang mengharapkan bantuan dari pemerintah, mengharapkan kebaikan hati pemimpin sampai ke hati mereka. Sungguh, mereka sama seperti kami, warga Indonesia! Sehingga alangkah sangat baik jika Negara Indonesia yang mengayomi mereka. Memberi fasilitas yang memadai, bantuan yang mencukupi. Sehingga mereka tak perlu susah payah pergi ke negara lain untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Betapa itu sangat miris!

    Bagi saya, ada tiga permasalahan yang sudah mengakar dan sulit untuk dihapus. Yaitu KORUPSI, NARKOBA, dan PELECEHAN SEKSUAL. Apakah kalian pernah melihat sebuah tayangan berita di televisi tanpa menghadirkan tiga berita tersebut? Korupsi sudah sejak dulu ada, bahkan sampai sekarang korupsi sama sekali tidak dapat disembuhkan. Seperti penyakit menurun, bahkan lebih parah. Apa yang harus dilakukan untuk menghapus budaya korupsi? Perlukah tindakan yang lebih agar korupsi tidak lagi ada dalam daftar masalah di Indonesia?

    Narkoba memiliki nasib yang sama. Sangat parah dan merambah ke seluruh masyarakat. Kabar yang paling memilukan adalah ketika narkoba dicampurkan pada makanan-makanan yang dikonsumsi anak-anak. Generasi muda yang memberikan harapan untuk Indonesia, dihancurkan hanya dengan beberapa gram narkoba meskipun tanpa sengaja dikonsumsi. Bagaimana nasibnya? Narkoba masih sibuk melintas di Indonesia, mencari korban-korban baru dan meruntuhkan masa depan bangsa karena generasi muda telah berkurang jumlah.

    Hal yang sudah menjadi rahasia umum jika pelecehan seksual (pemerkosaan, sodomi, tindakan seks bebas, dll) menjadi salah satu permasalahan yang membuat pemerintah berusaha sekeras mungkin untuk menghentikannya. Tidak perlu dipertanyakan bagaimana saya bisa membahas kasus ini, karena tentu di sekolah-sekolah sekarang sudah diajarkan mengenai pendidikan seks yang bertujuan agar siswa mengerti tentang pencegahan seks bebas sejak dini. Sungguh membuat saya mengelus dada ketika menyaksikan berita-berita mengenai seks bebas yang dilakukan anak-anak di bawah umur. Anak-anak yang seharusnya menjalani masa sekolah untuk belajar, harus rusak moral ketika pubertas dan rasa keingintahuan merasuki diri.

    Untuk seluruh Bapak dan Ibu yang memiliki peran demi keberlangsungan bangsa Indonesia. Bapak Presiden, Pejabat Pemerintah, Para Guru, Orang tua, sampai diri sendiri. Hanya satu kunci untuk meminimalkan permasalahan di Indonesia.

    Karena karakter masyarakat Indonesia yang sudah mengakar, membuat semua akibat yang ditimbulkan juga mengakar. Bagaimana cara mencabut akar itu? Sulit. Jika karakter sudah tertanam, maka sulit untuk berubah. Butuh waktu lama untuk mengembalikannya.

    Tugas itu untuk kita semua. Terutama Para Pemimpin. Karena masyarakat mencontoh apa yang pemimpin lakukan. Seperti anak yang akan meniru apa yang orang tua mereka lakukan. Jika ingin melihat Indonesia maju, Indonesia bersih, Indonesia sembuh. Karakter penghuninya yang bisa mengubahnya.


    Icha Syifa Yuldani

    Siswi  SMK Theresiana Semarang, Provinsi Jawa Tengah
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: [Peserta Lomba Menulis Surat] Teruntuk Bapak Ibu Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top