728x90 AdSpace


  • Terbaru

    Selasa, 11 Agustus 2015

    [Peserta Lomba Menulis Surat] Teruntuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

    Surat ini ditunjukan kepada seluruh guru di Indonesia.

    Salam sejahtera untuk seluruh guru Indonesia  yang rela mengkorbankan jiwa, raga dan nuraninya untuk kemajuan Ibu Pertiwi ini. Tanpa adanya seorang guru di negeri ini maka rakyat Indonesia tidak dapat membaca, menulis, berhitung dan bahkan mungkin sampai saat ini kita masih terbelakang diantara negara-negara lain yang sudah mulai maju di dunia Internasional.

    Berkat Ki Hajar Dewantara lah dunia pendidikan diperkenalkan untuk pertama kalinya. Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah pertama yang diberinama Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922. Karena itu lah Ki Hajar Dewantara dijuluki Bapak Pendidikan Indonesia.

    Sejak umur 4 atau 5 tahun kita sudah diperkenalkan dengan dunia pendidikan oleh orang tua. Pada saat usia emas ini lah kita dimasukan ke dalam Taman Kanak-kanak, di TK ini untuk pertama kalinya kita dipertemukan dengan seseorang yang nantinya menjadi orang tua ke dua bagi kita di sekolah, kita biasanya memenggil mereka dengan sebutan “Bapak dan Ibu guru”. Tugas Bapak dan Ibu guru disini adalah  memperkenalkan warna, huruf, dan angka kepada kita. Dilihat dari tugasnya memang mudah menjadi guru TK tetapi pada kenyataanya Bapak dan Ibu guru harusbersikap sabar dan penuh kasih sayang ketika menghadapi atau menjawab pertanyaan dari anak-anak yang memiliki pola berpikir yang berbeda dengan orang dewasa.

    Setalah lulus dari TK kita akan masuk ke jenjang Sekolah Dasar,yang membedakan SD dengan TK yaitu pelajaranya. Dijenjang ini kita akan diajarkan berhitung dengan cara mengurang, bertambah, mengkali, bahkan membagi bahkan banyak materi baru yang akan diajarkan oleh Bapak dan Ibu guru dijenjang ini. Dijenjang ini juga kita sudah mulai bisa membedakan mana hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Tugas Bapak dan Ibu guru pada jenjang ini adalah membimbing kita dari cara berpikir balita menuju cara berpikir anak-anak, bahkan mereka harus bersikap sabar ketika menghadapi kita.

    Selanjutnya kita akan masuk ke jenjang Sekolah Mengah Pertama. Disini sikap dan pola berpikir kita perlahan-lahan akan berubah dari yang anak-anak menjadi remaja. Pada jenjang ini tugas Bapak dan Ibu guru semakin sulit karena pada masa ini kita akan sukar diatur dan ingin melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan kita tanpa memikirkan dampaknya.

    Setelah lulus dari SMP kita akan masuk ke jenjang SMA atau SMK ataupun SMU, dijenjang ini pola berpikir kita perlahan-lahan akan berubah dari yang remaja menuju dewasa. Dijenjang ini juga kita sudah mengenal menyukai lawan jenis, mencoba hal-hal baru yang biasa dilakukan oleh orang dewasa seperti merokok. Tugas Bapak dan Ibu guru disini adalah membimbing, mengawasi, menasehati kita agar kita bisa menjadi pribadi yang baik.

    Saya menjelaskan tugas seorang guru dari beberapa jenjang pendidikan, karena saya ingin memberitahu bahwa sulitnya tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh Bapak dan Ibu guru. Mereka bertaruh nyawa dengan menaklukan hutan, rawa, maupun sungai yang jaraknya berpuluh kilometer hanya untuk menuju sekolah dan memberikan ilmu kepada anak-anak yang ada dipenjuru negeri khususnya dipelosok daerah. Masalahnya pada zaman sekarang adalah menjadi seorang guru itu dipandang hanyalah sebeleh mata. Banyak guru-guru yang tidak dihormati atau dihargai oleh siswa-siswi maupun orang tuanya karena Bapak atau Ibu gurunya bersikap tidak sesuai dengan apa yang mereka ingin, mungkin Bapak atau Ibu guru bersikap seperti itu dengan tujuan yang baik agar ilmu yang mereka sampaikan dapat digunakan dengan baik kedepanya. Bukan hanya itu saja nama guru menjadi tercoreng karena ada oknum guru yang berperilaku tidak sesuai dengan perilaku yang mencerminkan seorang guru, seperti mencabuli siswa atau siswinya, bertindak kasar kepada siswa atau siswinya, dan bahkan ada yang menerima suap dari orang tua murid agar nilai anaknya menjadi bagus. Penghasilan guru honorer pun sangat miris bahkan mungkin dari penghasilan itu mereka belum bisa mencukupi biaya kebutuhan hidup dalam sebulan tetapi dengan niatnya yang ikhlas dan mengagap pekerjaan menjadi guru adalah pekerjaan yang mulia, mereka masih bisa melanjuti hidup dengan berprofesi sebagai guru honorer. Ada pepatah yang mengatakan “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” memang benar adanya karena dari tangan seorang guru lah yang akan menghasilkan tunas-tunas muda yang berjiwa jujur,kreatif, dan disiplin yang akan membawa bangsa ini menjadi lebih baik kedepanya.

    Dengan ini, saya mengucapkan banyak terimakaih kepada Bapak dan Ibu guru yang rela mengorbankan waktunya untuk mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung kepada seorang anak kecil perempuan diwaktu lampau, sehingga pada saat sekarang dapat menulis surat seperti ini. Saya berharap dengan adanya surat ini semoga para pembaca dapat menghargai berbagai macam pekerjaan terutama menjadi seorang guru. Salam sejahtera untuk guru-guru yang ada dipenjuru negeri ini. Semoga baktimu kepada negeri ini dapat terbalaskan.


    Rizka Rahmalia

    Siswi SMAN 1 Tambun Selatan, Bekasi, Provinsi Jawa Barat
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    9 komentar:

    1. Bagus artikelnya ??

      BalasHapus
    2. Alhamdulillah yaa cember... gak nyangka lu bisa membuat kata kata sebagus ini. Semoga menjadi pemenangnya. Jangan lupa traktiran yaa :3

      BalasHapus
    3. Great job Rizka, wish all of the students and teachers in Indonesia read your letter ^_^

      Pahlawan tak pernah menyerah, maka janganlah kita meremehkan para pahlawan tanpa tanda jasa kita yang tak pernah lelah mengajar.

      BalasHapus
    4. ega ardini agustin12 Agustus 2015 01.05

      behhh... bener bgt nihhh

      BalasHapus
    5. Zsa zsa safira12 Agustus 2015 01.28

      Gini kan diblg membimbing tp sebenernya tuh guru skrg yg bener" ngebimbing kita tuh cm dr playgroup-tk-sd kls 3 doang knp? Mereka yg ngebentuk pribadi kita ngebimbing kita ke jln yg bener seterusnya mereka cm sekedar guru yg hanya mengajar doang, mereka cm kasih tugas buat kita kerjain cuma buat pinter doang, trus skrg itu kita diajarin buat pinter doang bkn buat jujur nah itu yg bikin indonesia gak maju trus kurikulum skrg itu guru terlena tp anaknya yg digeber

      BalasHapus
    6. Semoga dapat menjadi motivasi untuk pelajar maupun pengajar di Indonesia sebagai acuan perbaikan mental bangsa.

      BalasHapus
    7. Wah bagus banget nih isi suratnya, mendukung banget dengan pendidikan indonesia. Tata bahasanya juga baguss!!! Wah semangat ya...

      BalasHapus
    8. Woow saya sebagai guru, jadi terharu membaca surat ini. Semoga semakin banyak siswa siswi Indonesia yang menghargai gurunya seperti ananda rizka. Amiin

      BalasHapus

    Item Reviewed: [Peserta Lomba Menulis Surat] Teruntuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Rating: 5 Reviewed By: Jingga Media
    Scroll to Top